AYOKALSEL.COM, BANJARBARU – Sebanyak 464 penjaga dan penggali Tempat Pemakaman Bukan Umum (TPBU) di Kota Banjarbaru menerima insentif dari Pemerintah Kota Banjarbaru.
Perhatian tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap mereka yang bekerja di balik pelayanan pemakaman masyarakat, Rabu (2/9/2026).
Masing-masing penerima mendapatkan insentif sebesar Rp150 ribu setiap tiga bulan. Program ini menjadi bentuk kepedulian Pemkot Banjarbaru terhadap para penjaga dan penggali makam yang selama ini menjalankan tugasnya di lapangan.
Kepala Bidang Sarana Utilitas Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Banjarbaru, Ir. Yusuf Khoiruddin, mengatakan para penjaga dan penggali TPBU memiliki peran penting dalam memastikan pelayanan pemakaman berjalan dengan baik.
“Penjaga dan penggali TPBU merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari penyelenggaraan pelayanan pemakaman karena melaksanakan tugas operasional di lapangan, antara lain menjaga dan memelihara lingkungan TPBU serta membantu pelaksanaan proses pemakaman masyarakat,” ujarnya melalui WhatsApp, Rabu (2/9/2026).
Menurut Yusuf, pemberian insentif tersebut merupakan kebijakan berkelanjutan Pemkot Banjarbaru untuk mendukung keberlangsungan pelayanan pemakaman sekaligus meningkatkan motivasi dan tanggung jawab para penjaga serta penggali makam.
“Program ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan tanggung jawab penjaga serta penggali TPBU, sekaligus mendukung terwujudnya pelayanan pemakaman yang tertib, layak, responsif, dan berkelanjutan,” katanya.
Bagi para penerima, insentif tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap pekerjaan yang tidak selalu terlihat, namun memiliki peran penting ketika masyarakat tengah menghadapi suasana duka.
Salah seorang penggali kubur asal Jalan Kuranji, Abdul Muis, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan Pemerintah Kota Banjarbaru.
“Syukur alhamdulillah ada tambahan dari Pemerintah Kota Banjarbaru, Ibu Wali Kota. Kami banyak-banyak terima kasih atas nama warga Kuranji yang telah menerima insentif untuk menyambung hidup,” ucapnya.
Perhatian terhadap para penggali dan penjaga makam menjadi bagian dari komitmen Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby untuk memberikan apresiasi kepada kelompok masyarakat yang turut berkontribusi dalam pelayanan publik.
Melalui program ini, Pemerintah Kota Banjarbaru berharap dukungan tersebut dapat meringankan kebutuhan para penerima sekaligus mendorong mereka untuk terus menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
Keberadaan penggali dan penjaga makam menjadi bagian penting dalam pelayanan masyarakat. Meski bekerja dalam senyap dan jarang mendapat sorotan, peran mereka tetap dibutuhkan untuk memastikan proses pemakaman berlangsung dengan baik, tertib dan layak. (hkmh)





