Ditempa 2 Bulan di Rindam XXII/TB, 367 Prajurit Tamtama TNI AD Siap Masuk Batalyon TP

AYOKALSEL.COM, BANJARBARU – Sebanyak 367 prajurit Tamtama Infanteri TNI Angkatan Darat resmi menyelesaikan Pendidikan Pertama Tamtama Infanteri Gelombang II Tahun Anggaran 2026.

Usai ditempa selama dua bulan, mereka bersiap melanjutkan pendidikan kejuruan sebelum nantinya ditempatkan di Batalyon Teritorial Pembangunan (TP), Rabu (9/9/2026).

Upacara penutupan pendidikan berlangsung di Lapangan Lambung Mangkurat Mako Rindam XXII/Tambun Bungai. Para prajurit tersebut sebagian besar berasal dari wilayah Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur, serta wilayah Kodam II/Sriwijaya dan Kodam VI/Mulawarman.

Komandan Rindam XXII/Tambun Bungai, Brigjen TNI Ali Akhwan, mengatakan pendidikan selama dua bulan tersebut menjadi tahap awal bagi para prajurit sebelum melanjutkan pendidikan sesuai kejuruan dan kecabangan masing-masing.

“Setelah mereka pendidikan, pendidikan dua bulan, dilanjutkan untuk kejuruan infanteri dan kejuruan kecabangan masing-masing,” jelasnya.

Untuk prajurit infanteri, pendidikan lanjutan akan tetap dilaksanakan di Rindam. Sedangkan prajurit dari kecabangan lainnya nantinya mengikuti pendidikan di Bandung sesuai fungsi dan kecabangan masing-masing.

Setelah menyelesaikan pendidikan kejuruan, para prajurit tersebut akan memasuki batalyon-batalyon TP yang nantinya tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Ali Akhwan menjelaskan, keberadaan Batalyon TP tidak hanya berkaitan dengan tugas pertahanan. Para prajurit juga dipersiapkan untuk mendukung percepatan pembangunan nasional di berbagai daerah.

“Selain untuk memenuhi kebutuhan berdirinya batalyon TP, di sini juga sebagai latihan tempur untuk membentuk prajurit, dan juga untuk mendukung percepatan pembangunan nasional, baik itu sebagai tentara pejuang, tentara rakyat, dan tentara profesional,” ujarnya.

Menurutnya, Batalyon TP nantinya akan hadir di berbagai wilayah, terutama di tingkat kabupaten. Keberadaan satuan tersebut diharapkan dapat ikut mendukung proses pembangunan serta kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, para prajurit yang baru menyelesaikan pendidikan diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan sebagai prajurit, tetapi juga mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab di tengah masyarakat.

Ali Akhwan juga menyampaikan bahwa TNI Angkatan Darat masih membuka kesempatan bagi generasi muda yang ingin mengabdikan diri sebagai prajurit. Kebutuhan personel akan terus berjalan seiring dengan pengembangan batalyon-batalyon TP di berbagai wilayah.

“Harapan ke depan, TNI masih memanggil generasi-generasi muda, harapan bangsa, untuk menjadi seorang prajurit TNI Angkatan Darat,” pungkasnya. (hkmh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *