AYOKALSEL.COM, TAPIN – Pasar Ramadan di Kabupaten Tapin tidak langsung beroperasi pada hari pertama puasa tahun ini. Keputusan tersebut sempat memunculkan pertanyaan dari sebagian masyarakat yang menanti aktivitas tahunan tersebut.
Pemerintah Kabupaten Tapin melalui Dinas Perdagangan menjelaskan, penundaan pembukaan dilakukan sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh atas pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Perdagangan Tapin, H.M.Z. Wal Aidi Rahman, mengatakan pengalaman pada 2022 hingga 2024 menjadi catatan penting. Saat itu, meski pasar tetap dibuka sejak awal Ramadan, sebagian besar pedagang tidak mampu bertahan hingga akhir bulan karena pembeli relatif sepi.
“Kami melihat ada dinamika di lapangan. Karena itu tahun ini kami tidak ingin terburu-buru. Kami lakukan kajian dan uji petik selama dua hari untuk memastikan minat masyarakat dan pedagang. Insyaallah pada Senin 23 Februari pasar ramadan tahun ini akan secara resmi dibuka,” ujarnya, Sabtu (21 Februari 2025).
Dari hasil pemantauan tersebut, terjadi peningkatan aktivitas masyarakat menjelang waktu berbuka. Minat pedagang untuk kembali berjualan juga dinilai cukup tinggi.
Rantau Baru kemudian dipilih sebagai lokasi resmi Pasar Ramadan 2025 karena dinilai menjadi salah satu pusat keramaian masyarakat. Aktivitas di kawasan itu berlangsung sejak sore hari hingga malam.
Sebanyak 168 pedagang dipastikan akan ikut serta memeriahkan secara swadaya.Pemerintah daerah juga melakukan penataan guna menjaga kenyamanan pembeli dan kelancaran arus lalu lintas di sekitar area pasar.
Pemkab Tapin berharap pendekatan berbasis evaluasi ini dapat membuat Pasar Ramadan tahun ini berjalan lebih stabil.
Selain mendukung pelaku UMKM, keberadaan pasar juga diharapkan tetap menjadi ruang ekonomi sekaligus ruang sosial bagi masyarakat selama bulan suci.





