Pemko Banjarbaru Matangkan Persiapan MPLS Sekolah Rakyat, Gedung Capai Progres 90 Persen

Rapat Koordinasi guna mematangkan persiapan MPLS Sekolah Rakyat di Kantor Dinas Sosial Kota Banjarbaru. (Foto: Hikmah)

AYOKALSEL.COM, BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru mematangkan persiapan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 bagi siswa Sekolah Rakyat Permanen melalui Rapat Koordinasi yang digelar di Kantor Dinas Sosial Kota Banjarbaru, Rabu (15/07/2026).

Rapat koordinasi dipimpin Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni, dan dihadiri kepala perangkat daerah serta instansi terkait sebagai bentuk sinergi dalam menyukseskan pelaksanaan Sekolah Rakyat Permanen di Kota Banjarbaru.

Dalam arahannya, Sirajoni menegaskan bahwa Pemerintah Kota Banjarbaru berkomitmen memberikan dukungan terhadap pelaksanaan MPLS sesuai dengan kemampuan dan kewenangan masing-masing perangkat daerah.

“Pemkot Banjarbaru memberikan dukungan terhadap kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan dalam MPLS. Apa saja yang nantinya disepakati menjadi kebutuhan, insya Allah akan kami penuhi sesuai kemampuan dan ketersediaan di dinas,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil pemaparan dalam rapat, progres pembangunan gedung Sekolah Rakyat Permanen saat ini telah mencapai sekitar 90 persen dan ditargetkan rampung sebelum pelaksanaan MPLS.

“Progres pembangunan sudah mencapai 90-an persen. Mudah-mudahan sebelum pelaksanaan MPLS pada 31 Juli nanti seluruh persiapan sudah selesai,” katanya.

Sementara itu, Kepala Sentra Budi Luhur Banjarbaru, Radna Dewi Sartika, mengatakan persiapan Sekolah Rakyat Permanen terus dilakukan melalui koordinasi antara Kementerian Sosial dan Pemerintah Kota Banjarbaru.

Menurutnya, pelaksanaan MPLS direncanakan dimulai pada 31 Juli 2026 dan akan dipusatkan di gedung Sekolah Rakyat Permanen sebagai sarana memperkenalkan lingkungan sekolah, program pendidikan, serta kurikulum kepada peserta didik baru.

Radna menjelaskan, kuota penerimaan siswa terdiri atas 60 siswa jenjang SD yang dibagi dalam dua rombongan belajar, 120 siswa jenjang SMP, dan 90 siswa jenjang SMA. Namun hingga saat ini proses seleksi masih berlangsung karena kuota di setiap jenjang belum terpenuhi.

“Untuk SD masih kurang 18 siswa, jenjang SMP kurang 28 siswa, sedangkan SMA masih kurang 25 siswa. Saat ini masih dilakukan proses penyaringan calon siswa,” jelasnya.

Kepala Dinas Sosial Kota Banjarbaru, Rokhyat Riyadi, S.E., M.Si., mengatakan proses penjaringan calon siswa masih terus dilakukan dengan mengacu pada ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.

Menurutnya, tantangan saat ini bukan terletak pada kesiapan pelaksanaan program, melainkan memastikan calon peserta didik yang diterima benar-benar memenuhi kriteria penerima manfaat.

“Sementara ini tidak ada kendala yang berarti. Yang menjadi perhatian kami adalah mencari calon siswa yang memenuhi indikator-indikator khusus sesuai ketentuan program Sekolah Rakyat,” ujarnya.

Rokhyat menambahkan, proses penjaringan dilakukan melalui asesmen lapangan dan mengacu pada Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Untuk memenuhi kuota yang masih tersedia, Pemerintah Kota Banjarbaru akan berkolaborasi dengan pemerintah kecamatan dan kelurahan dalam melakukan pendataan calon siswa yang memenuhi persyaratan.

Melalui rapat koordinasi tersebut, Pemerintah Kota Banjarbaru berharap seluruh persiapan dapat diselesaikan sesuai jadwal sehingga pelaksanaan MPLS Sekolah Rakyat Permanen dapat berjalan lancar dan memberikan pengalaman belajar yang positif bagi para peserta didik. (hkmh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *