AYOKALSEL.COM, BANJARBARU – Di tengah tantangan perizinan dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari (UNISKA MAB) tetap berupaya menghadirkan ruang kreatif bagi masyarakat melalui konser musik intim bertajuk Menjelang UFUK.
Konser yang menghadirkan Pusakata tersebut digelar dengan konsep pertunjukan pagi bernuansa piknik di Lapangan 2 CitraMitra City, Banjarbaru, Minggu (25/10/2026).
Bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi Reguler Pagi Semester 7 kelas B, kegiatan ini bukan sekadar pertunjukan musik, tetapi juga kesempatan menguji kemampuan mengelola acara secara langsung.
Berawal dari tugas mata kuliah Event Management, para mahasiswa memilih konsep yang berbeda dari kegiatan kampus pada umumnya. Mereka menghadirkan konser dengan suasana santai dan intim, sehingga penonton dapat menikmati musik sambil duduk santai. Area VIP pun dilengkapi bean bag untuk menambah kenyamanan pengunjung.
Namun, mewujudkan konsep tersebut tidak sepenuhnya mudah. Persiapan acara sempat terkendala perizinan sehingga jadwal pelaksanaan harus disesuaikan. Gerbang yang semula direncanakan dibuka pukul 03.00 WITA akhirnya baru dibuka pukul 06.00 WITA, sementara pertunjukan dimulai pukul 07.30 WITA.
Ketua Pelaksana UFUK, M. Noval Wirayuda, menyampaikan permohonan maaf kepada pengunjung atas perubahan jadwal tersebut. Ia juga mengapresiasi kerja keras panitia yang telah mencurahkan waktu dan tenaga agar konser tetap terlaksana.
“Kami memohon maaf kepada seluruh penonton atas perubahan jadwal pelaksanaan UFUK. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh teman-teman panitia yang sudah bekerja keras, meluangkan waktu dan tenaga, serta berjuang bersama hingga acara ini bisa terlaksana,” ujar Noval.
Tantangan panitia tidak berhenti pada persoalan perizinan. Kondisi karhutla yang menyebabkan kabut asap berkepanjangan di Kalimantan Selatan turut menjadi perhatian, terlebih konser digelar di ruang terbuka pada pagi hari.
Panitia yang semula memperkirakan kondisi cuaca akan diwarnai hujan harus menyesuaikan diri dengan kondisi udara yang terdampak kabut asap. Sebagai langkah antisipasi, masker dibagikan kepada penonton saat gerbang dibuka pukul 06.00 WITA.
Situasi lingkungan tersebut juga menjadi perhatian dalam rangkaian konser. Vokalis Pusakata, Mohammad Istiqamah Djamad atau yang akrab disapa Is, turut prihatin terhadap kondisi lingkungan di Kalimantan Selatan.
Di sisi lain, Is mengaku terkesan setelah mengetahui bahwa konser Menjelang UFUK digarap oleh mahasiswa dari satu kelas, bukan diselenggarakan oleh pihak kampus secara keseluruhan.
“Saya benar-benar salut. Saya kira yang mengadakan Menjelang UFUK ini dari pihak kampus. Ternyata hanya satu kelas mahasiswa Ilmu Komunikasi yang menyelenggarakannya,” ungkap Is.
Apresiasi serupa disampaikan Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UNISKA MAB, Risa Dwi Ayuni. Menurutnya, kerja keras mahasiswa menunjukkan kreativitas dan kesungguhan dalam menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, meski harus berhadapan dengan situasi yang tidak mudah.
“Saya sangat mengapresiasi kerja keras mahasiswa yang telah berusaha menyelenggarakan konser ini. Di satu sisi, mahasiswa berusaha menghadirkan kegiatan positif dan ruang kreativitas bagi masyarakat, tetapi di sisi lain mereka harus menghadapi kondisi karhutla yang belum kunjung selesai,” ujar Risa.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa, mulai dari menyusun konsep, mengatur jadwal, mengurus perizinan, mengoordinasikan panitia, hingga mengantisipasi risiko selama kegiatan berlangsung.
Di balik pengalaman itu, panitia juga berharap kreativitas generasi muda mendapat dukungan nyata dari pemerintah daerah, dinas terkait, dan pihak berwenang. Kemudahan koordinasi, akses terhadap fasilitas, serta bantuan sesuai kebutuhan dinilai dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi mahasiswa untuk menghadirkan kegiatan positif.
Dukungan tersebut diharapkan tidak hanya membantu terselenggaranya acara, tetapi juga memberi ruang bagi anak muda untuk mengembangkan potensi, berkarya, dan berkontribusi terhadap pariwisata serta kegiatan kreatif di Kota Banjarbaru.
Melalui Menjelang UFUK, mahasiswa UNISKA MAB menunjukkan bahwa tugas perkuliahan dapat menjadi ruang belajar yang nyata. Di tengah berbagai kendala, pengalaman menyelenggarakan konser ini menjadi bekal bagi mereka untuk menghadapi tantangan dalam dunia pengelolaan acara sekaligus mengembangkan kreativitas di tengah masyarakat. (hkmh)





