AYOKALSEL.COM, BALANGAN — Peredaran video viral yang diduga melibatkan seorang selebgram asal Kabupaten Balangan memicu perhatian luas di tengah masyarakat. Fenomena tersebut turut mendapat respons dari kalangan legislatif daerah.
Anggota DPRD Kabupaten Balangan, Nor Sita Maulida, menilai derasnya arus informasi di era digital membawa konsekuensi serius, terutama bagi generasi muda yang menjadi pengguna aktif media sosial. Ia menekankan pentingnya penguatan filter sosial untuk menyaring konten yang beredar.
Menurutnya, kemudahan akses terhadap berbagai jenis konten, termasuk yang dinilai tidak pantas, berpotensi memengaruhi pola pikir serta perilaku anak-anak dan remaja.
“Konten di media sosial memiliki dampak besar terhadap pembentukan karakter generasi muda. Karena itu, perlu ada kesadaran bersama dalam menyikapinya,” ujar Lida, Sabtu (14/2/2026).
Ia mengingatkan bahwa masyarakat Balangan selama ini dikenal menjunjung tinggi nilai agama, budaya, dan etika. Oleh sebab itu, penggunaan media sosial harus dilakukan secara bijak dengan mempertimbangkan dampak dari setiap unggahan.
Lida menegaskan, upaya menjaga ruang digital tidak hanya berkaitan dengan pembatasan, tetapi juga menciptakan ekosistem yang sehat dan edukatif bagi generasi muda.
Lebih lanjut, ia mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan peran dalam edukasi literasi digital sekaligus memperkuat pengawasan terhadap konten yang berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat.
Langkah preventif dinilai perlu dilakukan secara terstruktur, mulai dari penyusunan kebijakan daerah, sosialisasi yang berkelanjutan, hingga pembinaan kepada masyarakat.
“Sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, dan keluarga sangat diperlukan agar ruang digital tetap aman dan kondusif,” tambahnya.
Ia berharap, dengan kolaborasi berbagai pihak, Kabupaten Balangan dapat terus menjaga nilai moral dan budaya, sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi.





