Jawab Keluhan Air Asam, Mahasiswa KKN UNISKA Kelompok 41 Kenalkan Alat Filtrasi Air di Desa Bangkit Baru

Ketua Pelaksana KKN Kelompok 41, Muhammad Iqbal Kurniawan saat menyosialisasikan penggunaan alat filtrasi air ke warga. (Foto: Hikmah)

AYOKALSEL.COM, BATOLA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 41 Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) Muhammad Arsyad Al-Banjari menggelar sosialisasi penggunaan alat filtrasi air di Desa Bangkit Baru, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala Jumat (24/7/2026), sebagai upaya membantu masyarakat memperoleh air bersih yang lebih layak untuk kebutuhan sehari-hari.

Kegiatan tersebut diikuti oleh pemerintah desa, ketua RT, serta masyarakat setempat. Selain penyampaian materi, mahasiswa juga memperagakan secara langsung cara kerja alat filtrasi air yang memanfaatkan sistem penyaringan bertingkat untuk menjernihkan air.

Ketua Pelaksana KKN Kelompok 41, Muhammad Iqbal Kurniawan, mengatakan program tersebut dipilih berdasarkan hasil observasi dan aspirasi masyarakat selama pelaksanaan survei lapangan.

“Program kerja sosialisasi alat penjernihan air ini kami pilih karena merupakan salah satu keluhan yang kami temukan dari masyarakat saat melakukan survei di Desa Bangkit Baru. Kondisi air di sini cenderung asam dan berwarna kekuningan sehingga belum dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian utama kelompok KKN sehingga mahasiswa berupaya menghadirkan solusi melalui edukasi dan demonstrasi penggunaan alat filtrasi air.

“Harapan kami, melalui sosialisasi ini masyarakat dapat mengetahui salah satu alternatif untuk memperoleh air yang lebih bersih. Meskipun alat ini masih dalam skala sederhana, kami berharap ilmu yang kami bagikan dapat memberikan manfaat dan menjadi solusi awal bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih,” katanya.

Sementara itu, Pembakal Desa Bangkit Baru mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN yang menghadirkan program edukasi tersebut. Menurutnya, persoalan kualitas air masih menjadi salah satu kebutuhan yang dihadapi masyarakat desa.

“Alhamdulillah, kami sangat mengapresiasi adanya pemikiran dari mahasiswa untuk membantu masyarakat kami. Air sungai di desa ini memang cenderung asam, sehingga dengan adanya alat penjernihan air ini kami berharap air sungai dapat dimanfaatkan menjadi air yang lebih layak, bahkan untuk kebutuhan air minum setelah melalui pengolahan yang benar,” ungkapnya.

Ia berharap adanya perhatian dari pemerintah maupun Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk membantu penyediaan air bersih bagi masyarakat Desa Bangkit Baru.

“Harapan kami, baik pemerintah maupun PDAM dapat membantu mengatasi persoalan air bersih di desa ini sehingga masyarakat memperoleh akses air yang lebih layak,” katanya.

Pembakal juga menilai alat filtrasi air yang diperkenalkan mahasiswa memiliki potensi untuk diterapkan di Desa Bangkit Baru.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UNISKA Kelompok 41 berharap masyarakat tidak hanya memahami cara kerja alat filtrasi air, tetapi juga memperoleh pengetahuan mengenai pentingnya pengelolaan air bersih sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas kesehatan dan kehidupan sehari-hari di Desa Bangkit Baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *