Wali Kota Banjarbaru Dukung Festival Semangat Merdeka sebagai Penggerak Kreativitas dan UMKM

Festival 17 Agustus “Semangat Merdeka, Kreativitas Berkobar” di Lapangan Aeromodelling Banjarbaru, Kelurahan Syamsudin Noor. (Foto: Hikmah)

AYOKALSEL.COM, BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru mengapresiasi pelaksanaan Festival 17 Agustus “Semangat Merdeka, Kreativitas Berkobar” yang berlangsung di Lapangan Aeromodelling Banjarbaru, Kelurahan Syamsudin Noor, Jumat (7/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, sekaligus menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyalurkan kreativitas dan mempererat kebersamaan.

Sambutan Wali Kota Banjarbaru dibacakan oleh Camat Landasan Ulin, Dinny Wahyuny, yang mewakili kehadiran Wali Kota. Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi atas kerja sama pemuda, warga Syamsudin Noor, serta seluruh pihak yang mendukung terlaksananya festival.

“Warna-warni kreativitas pada festival kali ini bukan hanya sekadar hiburan tahunan atau hiasan semata, melainkan wujud rasa syukur kita atas nikmat kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan bangsa,” ujarnya dalam sambutan yang dibacakan Dinny.

Wali Kota juga menyampaikan bahwa keberagaman seni budaya yang ditampilkan dalam festival mencerminkan semangat gotong royong serta keberagaman masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan tema HUT ke-81 Kemerdekaan RI, yakni “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.”

Dinny Wahyuny turut mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan festival. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wadah bagi warga untuk menyalurkan aktivitas dan kreativitas sekaligus membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan ekonomi lokal.

“Ini adalah wadah mereka untuk menyalurkan agenda dan aktivitas mereka di wilayah, maupun menaikkan ekonomi lokal kita melalui UMKM,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pemuda Syamsudin Noor, Barno, mengatakan kegiatan tersebut turut menjadi ruang bagi pemuda dari sejumlah RT untuk mengembangkan kreativitas sekaligus membantu menggerakkan perekonomian masyarakat. Festival berlangsung selama dua hari, dengan karnaval tanglong pada malam pertama dan pertunjukan seni kuda lumping pada hari berikutnya yang dikemas sebagai pesta rakyat.

Sekitar 20 UMKM turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dengan membuka lapak bagi masyarakat. Kehadiran pelaku usaha lokal menjadi bagian dari upaya memberikan ruang bagi warga untuk mengembangkan usaha, sekaligus menjadikan festival sebagai hiburan dan penggerak aktivitas ekonomi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *