Lantik Pokja Bunda PAUD, Wali Kota Lisa Dorong Sekolah Ramah Anak dan Inklusif

AYOKALSEL.COM, BANJARBARU – Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby melantik Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kota Banjarbaru sekaligus mengukuhkan Bunda PAUD tingkat kecamatan dan kelurahan periode 2025–2030.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan anak usia dini serta mendorong terwujudnya sekolah ramah anak dan inklusif di Aula Gawi Sabarataan Pemerintah Kota Banjarbaru, Jumat (9/10/2026).

Pelantikan dan pengukuhan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran Bunda PAUD dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan anak usia dini di Kota Banjarbaru.

Lisa berharap para pengurus yang baru dilantik dapat menjalankan program secara berkelanjutan dan menjangkau kebutuhan anak-anak di setiap wilayah.

Menurut Lisa, pendidikan anak usia dini memiliki peran penting dalam membentuk generasi penerus bangsa.

Karena itu, diperlukan dukungan berbagai pihak agar anak-anak mendapatkan kesempatan tumbuh dan berkembang dalam lingkungan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Selain penguatan PAUD, Lisa juga menyoroti pentingnya pengembangan sekolah ramah anak dan inklusif. Ia berharap sekolah-sekolah di Banjarbaru semakin mampu menyediakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta memberikan kesempatan kepada seluruh anak untuk memperoleh pendidikan.

“Untuk Kota Banjarbaru sudah ada sekolah inklusi. Harapannya, sekolah-sekolah lain menyusul menjadi sekolah ramah anak dan inklusi,” ujar Lisa.

Di sisi lain, kondisi sarana dan prasarana sekolah juga menjadi perhatian Pemerintah Kota Banjarbaru. Lisa mengungkapkan, saat ini terdapat 17 sekolah yang telah menerima bantuan revitalisasi dari kementerian.

Bantuan tersebut diharapkan mendukung perbaikan fasilitas pendidikan agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung lebih baik.

Namun, pendataan lanjutan masih diperlukan untuk mengetahui sekolah mana saja yang kondisinya belum layak dan membutuhkan penanganan.

Lisa pun meminta Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru melakukan pendataan ulang terhadap sekolah-sekolah yang masih memerlukan perbaikan.

Data tersebut nantinya dapat menjadi dasar untuk mengajukan bantuan revitalisasi kembali kepada kementerian.

“Alhamdulillah, untuk saat ini Kota Banjarbaru sudah menerima bantuannya dari kementerian. Ada 17 sekolah yang dibantu oleh kementerian dan harapannya, saya minta Kepala Dinas Pendidikan untuk pendataan kembali mana sekolah yang masih belum layak agar bisa kita ajukan kembali untuk meminta bantuan atau dari kementerian revitalisasi,” jelasnya.

Melalui penguatan peran Bunda PAUD dan perhatian terhadap fasilitas sekolah, Pemko Banjarbaru berharap kualitas layanan pendidikan terus meningkat.

Pengembangan sekolah ramah anak dan inklusif juga diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang mendukung kebutuhan serta tumbuh kembang setiap anak. (hkmh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *